Rumah Sakit

Pada akhir tahun 2014, kami – saya dan pasangan mengalami sebuah pembelajaran yang berat. Bertahun-tahun kami sehat wal-afiat, tahu-tahu dihadapkan pada sebuah situasi yang mengancam jiwa. Terlepas dari situasi tersebut, saya hendak membagikan pengalaman ini, sedikit demi sedikit…

Sekali saya pernah dirawat di rumah sakit karena menderita demam berdarah. Pada tahun 2009, kami tidak merasakah kesulitan berhubungan jenis penyakit ini adalah endemik yang banyak diketahui. Walaupun penyakit ini dapat mematikan namun dokter di Rumah Sakit Jakarta menyatakan bahwa dengan perawatan saya bisa pulih segera. Saya beruntung dari sebagian masyarakat karena mempunya asuransi, dengan menunjukan kartu sayapun diarahkan ke kamar sesuai, tanpa ada masalah.

Satu malam di rumah sakit saya merasa tidak betah dan merencanakan pulang jika memungkinkan. Apalagi keesokan harinya Gary dijadwalakan pergi ke ke Singapora untuk keperluan visa. Jadi pada hari kedua, saya merencanakan kepulangan. Meminta suster melaporkan permintaan ini pada dokter dan menandatangani surat pulang paksa.

Pada saat itu kami yakin, tidak ada yang bisa dilakukan rumah sakit selain membuat saya mendapatkan cairan yang juga dapat dilakukan dengan cara minum sebanyak-banyaknya. Sebelum Gary berangkat ke Singapura, ia belikan saya berbagai cairan yang bisa diminum seperti jus jambu merah, Pocari Sweat, oralit dan angkak. Selama beberapa jam kepergiannya lebih nyaman rasanya di tempat tidur sendiri daripada di rumah sakit.

Meskipun dirawat dalam waktu singkat (2 malam) saya beruntung sekali mempunyai teman-teman yang sungguh penuh perhatian. Pengalaman singkat ini cukup membuat sadar bahwa kesehatan adalah yang terpenting. Saya selalu berusaha menjaganya dengan makan makanan sehat dan berolah-raga.

enaliya-and-friends

Kali kedua pengalaman kami adalah di MRCCC Siloam Semanggi. Dimulai pada 9 Desember 2014, dengan pengantar dari SOS Clinic di Cipete. Diagnosa awal Gary menderita anemia yang cukup parah, yang mungkin mengancam jiwa sehingga perlu mendapatkan tranfusi darah. Kami masuk tanpa kesulitan walaupun menunggu cukup lama di front desk yang mirip dengan front desk hotel.

Baik Rumah Sakit Jakarta maupun MRCCC Siloam mudah dijangkau. Dengan memiliki kartu asuransi kamipun dengan mudah diterima dan mendapatkan layanan. Namun keduanya sama saja tidak memberikan kenyamanan. Ketika memasuki MRCCC Siloam, saya merasa masuk ke dalam mall atau hotel. Situasinya tidak menakutkan namun tidak juga memberikan keamanan dan kenyamanan sebagai fasilitas rawat/kesehatan.

Perasaan sebagai customer yang akan menggulirkan dana sangat terasa. Dengan memiliki jaminan asuransi saja, kami serasa dikejar-kejar dengan permintaan deposit karena adanya limit atas pertanggungan. Berulang kali kami jelaskan bahwa kami akan berkomitmen melakukan pembayaran jika sudah ada perhitungan akhir (final). Selama dirawat 21 hari, setiap Hari Kamis surat cinta dilayangkan dan keluarga pasien harus menghadap. Untuk mengingatkan bahwa ada kemungkinan pembayaran harus dilakukan dan keluarga wajib menyetorkan deposit.

Para petugas di bagian pembayaran, walaupun tidak semuanya, bahkan memberikan contoh-contoh bahwa pasien lain harus membayar ratusan juga walaupun sudah ada jaminan dari asuransi. Setiap menghadap, yang total tiga kali saya melakukan pembicaraan dengan para petugas di lantai 5, jumlah jaminan berubah-ubah dari lebih dari 100 juta rupiah hingga meminta 20-30 juta rupiah saja. Saya menekankan bahwa akan lebih rumit kalau nanti ada kelebihan bayar dan MRCCC Siloam harus melakukan re-fund. Mereka tidak punya jawaban dan saya merasa tidak perlu membayar di muka.

Pada saatnya dilakungan penghitungan kami tidak keberatan membayar karena memang ada limit dari jaminan asuransi. Jadi, para keluarga pasien, jangan mau dibuat membayar di muka (deposit) jika kita mempunyai jaminan asuransi. Cara-cara meminta deposit ini malah akan menjebak kita menghabiskan uang lebih banyak di rumah sakit.***

Gary-Plant-Blood-Tranfusion-by-Enaliya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s