Category Archives: hidup nyata

Negara Bebas Visa WNI – 2019

Berikut ini adalah daftar negara bebas visa 2019 terbaru untuk pemegang paspor Indonesia.

  1. Angola – Visa on Arrival 30 hari
  2. Armenia – eVisa / Visa on Arrival 120 hari
  3. Azerbaijan – eVisa / Visa on Arrival 30 hari
  4. Barbados – Bebas visa 90 hari
  5. Belarus – Bebas visa 30 hari
  6. Bolivia – eVisa / Visa on Arrival 90 hari
  7. Brazil – Bebas visa 30 hari
  8. Brunei – Bebas visa 14 hari
  9. Cape Verde Island – Visa on Arrival
  10. Chile – Bebas visa 90 hari
  11. Comoros Island – Visa on Arrival 45 hari
  12. Djibouti – eVisa
  13. Dominica – Bebas visa 21 hari
  14. Ekuador – Bebas visa 90 hari
  15. Ethiopia – eVisa
  16. Fiji – Bebas visa 120 hari
  17. Filipina – Bebas visa 30 hari
  18. Gabon – eVisa / Visa on Arrival 90 hari
  19. Gambia – Bebas visa 90 hari
  20. Guinea-Bissau – eVisa / Visa on Arrival 90 hari
  21. Guyana – Bebas visa 30 hari
  22. Haiti – Bebas visa 90 hari
  23. Hong Kong – Bebas visa 30 hari
  24. India – eVisa 30 hari di 24 bandara dan 3 pelabuhan
  25. Iran – eVisa / Visa on Arrival 30 hari
  26. Jepang – Bebas visa bagi pemegang e-paspor
  27. Kamboja – Bebas visa 30 hari
  28. Kenya – eVisa 90 hari
  29. Kolombia – Bebas visa 90 hari
  30. Kuba – Tourist Card 30 hari
  31. Kyrgyzstan – eVisa / visa on arrival 30 hari mendarat di Bandara Internasional Manas
  32. Laos – Bebas visa 30 hari
  33. Lesotho – eVisa 14 hari
  34. Macau – Bebas visa 30 hari
  35. Madagaskar – eVisa / Visa on Arrival 90 hari
  36. Malawi – Visa on Arrival 30 hari
  37. Malaysia – Bebas visa 90 hari
  38. Maldives – Visa on Arrival 30 hari
  39. Mali – Bebas visa 30 hari
  40. Maroko – Bebas visa 90 hari
  41. Marshall Island – Visa on Arrival 90 hari
  42. Mauritania – Visa on Arrival
  43. Mauritius – Visa on Arrival 60 hari
  44. Micronesia – Bebas visa 30 hari
  45. Mozambique – Visa on Arrival 30 hari
  46. Myanmar – Bebas visa 14 hari
  47. Namibia – Bebas visa 30 hari
  48. Nepal – Visa on Arrival 90 hari
  49. Nigeria – Pre-visa on Arrival
  50. Nikaragua – Visa on Arrival 30 hari
  51. Oman – eVisa 30 hari
  52. Pakistan – eVisa / Visa on Arrival 90 hari
  53. Palau Island – Visa on Arrival 30 hari
  54. Palestina – Bebas visa
  55. Pantai Gading – eVisa harus mendarat di Bandara Port Bouet
  56. Papua New Guinea – eVisa / Visa on Arrival 60 hari
  57. Peru – Bebas visa 180 hari
  58. Qatar – Bebas visa 30 hari
  59. Rwanda – Visa on Arrival 90 hari
  60. Saint Kitts and Nevis – Bebas visa 90 hari
  61. Samoa – Visa on Arrival 60 hari
  62. Senegal – Visa on Arrival 30 hari
  63. Serbia – Bebas visa 30 hari
  64. Seychelles – Visitor’s Permit 30 hari
  65. Sierra Leone – Visa on Arrival
  66. Singapura – Bebas visa 30 hari
  67. Somalia – Visa on Arrival 30 hari
  68. Sri Lanka – Bebas visa 30 hari
  69. St. Vincent and the Grenadines – Bebas visa 30 hari
  70. Suriname – Tourist Card 90 hari
  71. Tajikistan – Visa on Arrival 45 hari
  72. Tanzania – eVisa / Visa on Arrival
  73. Thailand – Bebas visa 30 hari
  74. Timor-Leste – Visa on Arrival 30 hari
  75. Togo – Visa on Arrival 7 hari
  76. Turki – eVisa 30 hari
  77. Tuvalu – Visa on Arrival 30 hari
  78. Uganda – Visa on Arrival / eVisa
  79. Uzbekistan – Bebas visa 30 hari
  80. Vietnam – Bebas visa 30 hari
  81. Yordania – Visa on Arrival
  82. Zimbabwe – eVisa / Visa on Arrival

Kerja Dari Rumah – Hal Penting

Sejak jaringan internet meluas, orang bisa kerja dari mana saja. Dari ahli informatika, youtuber, blogger/penulis, penerjemah, virtual assitant, sampai pedagang online, bekerja dari rumah sebaiknya mengetahui hal-hal berikut:

Sediakan “Working Station”. Bekerja di rumah bukan berarti sembarangan. Sediakan tempat yang memadai baik komputer dan koneksi internet. Jangan campur aduk dengan urusan rumah, pilih meja dan kursi kerja yang ergonomik. Jika kamu tinggal dengan kerluarga besar ada baiknya mempunya tempat yang tersendiri. Jika ada video/panggilan, kamu tidak mau ada suara-suara menggangu seperti tangisan anak, gonggongan anjing, tukang jualan lewat, dan semacamnya ikut terdengar.

Kenali lingkungan sekitarmu. Bersiaplah kalau seandainya internet koneksi atau listrik mengalami gangguan, kemana kamu memindahkan tempat kerja. Mall terdekat dengan pilihan restoran atau coffee shop dengan wifi, co-working space, rumah teman atau saudara. Ketahui dimana kita bisa mencetak/print dokumen, mengirimkan via kurir atau kantor pos, membeli meterai untuk tagihan dll.

Kenali sistem pembayaran. Kalau pekerjaan kamu bagus, tetapi kamu tidak bisa menagih, bagaimana kamu bisa mendapat menghasilan? Setiap menerima pekerjaan, kenali ketentuan pembayaran. Usahakan mempunya kontrak untuk setiap pekerjaan. Kalau kamu menjual barang, pastikan menerima pembayaran sebelum mengirimkan barang. Waspadalah dengan berbagai bentuk penipuan.

Atur jam kerja. Meski bekerja dari rumah atur jam kerjamu. Tetapkan jam kerjamu dan disiplin. Kamu mempunyai kebebasan untuk mengerjakan hal lain, tetapi pekerjaan tetap prioritas. Bekerja terlalu lama juga belum tentu produktif. Kadang setelah istirahat sejenak, pikiran kita lebih terbuka.

Tetap Update. Selalu aktif mencari informasi sesuai bidang yang kita tekuni. Ikutin forum-forum, seminar dan kursus sesuai bidang kita agar kita tidak ketinggalan jika ada hal-hal yang baru. Bertemu banyak orang di bidang yang sama juga baik untuk jejaring.

Aktif bersosialisasi. Bekerja dari rumah membuat kita jarang berinteraksi dengan orang lain. Aktiflah bersosialisasi dengan teman-teman “kantor lama”, teman-teman sekolah/kuliah, tetangga, sesama profesi atau bergabunglah dengan klub hobi. Seimbangkan kesendirian kerja dengan kehidupan sosialmu yang aktif.

Cepat tanggap. Selalu cepat tanggap dalam komunikasi pekerjaan. Ketika kita menerima email dokumen balaslah segera meskipus singkat, misalnya: dokumen sudah diterima. Atau sekedar membalas: Siap segera dikerjakan. Selalu siap menerima video/tele-conference dan kerja sama dengan anggota tim lain.

Kelola keuanganmu. Bekerja dari rumah atau kerja freelancer tidak memberikan jaminan penghasilan tetap. Kadang banyak proyek, kadang sepi. Kita harus pandai-pandai mengatur keuangan. Ketika banyak proyek, sisihkan penghasilanmu untuk keperluan pada saat sepi proyek. Luaskan jaringan untuk mendapatkan banyak pekerjaan baru. Mengelola beberapa proyek bisa menjamin keberlangsungan penghasilan kita.

Selamat Jalan Sayang

IMG_9945

Gary pergi 28 November 2015, tepat sebulan tanpa dia. Sebulan yang lalu kupeluk dia dan kuminta dia untuk bertahan. Kuyakinkan bahwa dia akan lebih baik. Namun ternyata garis hidup menentukan lain. Gary pergi pagi itu pukul 09.20. Kematian memeluk dia, dan aku harus merelakannya.

Seorang teman berada di sisiku dan tidak ada yang dapat aku lakukan selain terisak. Aku segera menghubungi keluarga di Kanada yang sejak beberapa hari yang lalu juga telah secara intensif berkabar. Tidak mudah menyampaikan kabar sedih ini…

Kemudian ketika kabar tersebar, teman-teman yang lain tiba dan membantuku menyiapkan segala sesuatunya. Sungguh beruntung aku mempunyai teman-teman yang bahu-membahu memberikan bantuan. Malam itu Gary dibawa ke rumah duka Oasis Lestari di Tangerang. Jenazahnya dibersihkan dipersiapkan untuk disemayamkan.

Minggu 29 November 2015, Gary tampak tertidur di petinya, wajahnya tersenyum dan beberapa teman datang memberikan penghormatan terakhir. Ibuku, kakak, adik dan para kemenakan juga datang memberikan kekuatan padaku.

Senin, 30 November 2015, aku mengurus surat ijin kremasi ke Kedutaan Kanada, berkat bantuan dari teman-teman, tidak ada kesulitan dan kremasi dapat dilakukan sesuai jadwal. Selama tiga hari berturut-turut, beberapa teman mendampingi, membantu dan menguatkan. Tak akan kulupakan betapa mereka adalah harta paling berharga dalam hidupku.

Selama beberapa hari seorang teman tinggal bersamaku dan memberikan dukungannya ketika aku merasakan kesedihan. Setelah ia kembali ke negerinya, beberapa teman yang lain juga datang memberikan bantuan ketika aku membutuhkan. Namun pada hakikatnya aku hidup sendiri sekarang dan ini harus kejalani.

Hari-hari aku rasakan tidak mudah. Bangun pagi tidak ada yang dapat aku sapa atau menyapaku. Pulang ke rumah yang kosong hanya menyapa Roscoe kucing peliharaan. Setiap hari kucoba untuk bertemu seorang teman, dan berbagi kabar. Beberapa undangan untuk bertemu, makan malam atau sekedar membantu teman kujalani saja. Kucoba untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang masih tertunda. Setelah satu bulan, aku masih sering menangisi. Ibuku berkata tidak perlu merasa lemah. Biarkan waktu yang akan menyembuhkanya. Jalani kesedihan ini dengan keyakinan bahwa semua ini adalah yang terbaik untuk Gary. Selamat jalan sayang…

Rumah Sakit

Pada akhir tahun 2014, kami – saya dan pasangan mengalami sebuah pembelajaran yang berat. Bertahun-tahun kami sehat wal-afiat, tahu-tahu dihadapkan pada sebuah situasi yang mengancam jiwa. Untuk mereka yang mengalami hal yang sama, berbagi cerita pengalaman di rumah sakit, bisa menjadi cara untuk mengurangi beban.

“Sekali saya pernah dirawat di rumah sakit karena menderita demam berdarah. Pada tahun 2009, kami tidak merasakah kesulitan mengatasinya, penyakit ini adalah endemik yang banyak diketahui. Walaupun penyakit ini dapat mematikan namun dokter di Rumah Sakit Jakarta menyatakan bahwa dengan perawatan saya bisa pulih segera. Saya beruntung dari sebagian masyarakat karena mempunya asuransi, dengan menunjukan kartu asuransi, saya diarahkan ke kamar yang tersedia, tanpa ada masalah.

 

enaliya-and-friends

Baik Rumah Sakit Jakarta maupun RS MRCCC Siloam mudah dijangkau. Lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal kami. Dengan memiliki asuransi kamipun dengan mudah diterima dan mendapatkan layanan. Namun keduanya sama saja tidak memberikan kenyamanan. Ketika memasuki MRCCC Siloam, saya merasa masuk ke dalam mall atau hotel. Situasinya tidak menakutkan namun tidak juga memberikan keamanan dan kenyamanan sebagai fasilitas rawat/kesehatan.

Gary-Plant-Blood-Tranfusion-by-Enaliya

Para Dokter

Pada Hari Selasa (9/12/2014)  yang ceria seperti biasa kami berangkat ke kantor yang letaknya hanya satu kilometer dari tempat kami tinggal. Saya naik motor bebek sedangkan si dia naik mobil putih sejuta umat kami. Beberapa minggu terakhir memang kami menggunakan kendaraan berbeda untuk memberi keleluasaan jika ada agenda masing-masing. Sebelumnya kami selalu berusaha menyamakan agenda. Berangkat bersama, pulang bersama, bagaikan Mimi-Mintuna.

Sampai di kantor seperti biasa saya menyelesaikan beberapa hal, umumnya membalas email penting, memantau web dan social media, menindaklanjuti beberapa pekerjaan yang sedang berjalan. Tiba-tiba si dia mengatakan, bahwa hari ini perlu ke dokter. Memang beberapa minggu terakhir, ia mengeluhkan badan yang lemas. Setiap malam susah tidur, kepanasan dan susah bernafas. Karena kebiasaan melakukan sesuatu bersama-sama, sayapun merasa perlu ikut ke klinik. Setelah membuat janji via telepon dengan dokter umum dr. Agus pada puku 10.30, kami berangkat menuju SOS Medika Kinik Cipete, yang dari Kemang relatif dekat.

Hanya lima belas menit kami tiba di klinik, lalu lintas pagi itu padat lancar. Setelah mengisi beberapa formulir, suster mengecek tekanan darah, mengukur suhu, tinggi badan dan berat badan. Selama bertahun-tahun bersamanya, ini adalah hal yang baru kami lakukan. Ada ibu-ibu, bapak-bapak dan anak-anak lain juga yang berobat. Menunggu tentu saja bukan pekerjaan yang menyenangkan.

Akhirnya namanya dipanggil oleh dr. Agus dan kamipun masuk ke ruang periksa. Dokter berwajah tampan ini mungkin berusia akhir 30-an atau awal 40-an. Tingginya sekiar 175 centi meter. Wajahnya oval cenderung bulat, bersih bercahaya dengan pembawaan yang berwibawa.

Dengan seksama dr. Agus mengecek detak jantung dan nafas, bagian-bagian perut jika ada yang nyeri. Mengecek mata, telinga dan mulut. Menelisik gejala dan keluhannya. Dokter yang memberikan rasa percaya bahwa ia sedang melakukan tugasnya. Namun tampak di wajahnya, ia tidak punya bayangan mengenai masalah kesehatan ini. Ia menyarankan untuk melakukan pengecekan darah. Pemeriksaan selesai, kami dikirim ke laboratorium dan ia pasrah ditusuk untuk mendapatkan sampel. Sekitar satu jam kami menunggu di cafetaria di lantai atas klinik. Saya memesan sebotol minuman elektrolit dan ia memesan roti lapis ikan tuna dan es teh.

Kami bertemu kembali dengan dr. Agus, kali ini wajahnya agak berbeda. Ia menyatakan bahwa kami perlu konsul ke dokter spesialis karena kadar hemoglobin di darahnya 5.5. Kebetulan dokter spesialis hematologi sering sekali mengantri panjang, dokter ini menjanjikan akan membantu membuatkan janji. Lalu ia menanyakan apakah ada pendarahan pada saat buang air kecil maupun buang air besar. Apakah si dia ingat ada pendarahan lain, misalnya muntah darah. Tetapi tidak ada yang diketahuinya. Kamipun diminta menunggu untuk melakukan penelitian selanjutnya.

dr. Agus mengajak seorang dokter senior, dr. Herbeth, yang diidentifikasi berlogat Afrika Selatan. Dokter berbadan tegap, rambut coklat lurus dan mata tajam. Menyatakan ini kondisi kritis dan meyakinkan si dia harus dirawat di rumah sakit. Sebagai orang yang tidak pernah dirawat di rumah sakit, tentu saja kami merasa tidak perlu. Maka kami menanyakan jika ada pengobatan yang mamungkinkan meningkatkan hemoglobin. Memang ada makanan dan obat-obatan yang dapat meningkatkannya. Namun 5.5 adalah level yang sudah membahayakan jiwa, jalan keluarnya hanya satu transfusi darah.

SOS Medika Klinik membuatkan surat pengantar yang ditujukan kepada dr. Toman L. Toruan, seorang oncologist. Para dokter menyimpulkan hal yang mengkhawatirkan dari angka-angka yang berasal dari pengecekan darah. Selasa malam, kami harus menginap di rumah sakit MRCCC Siloam Semanggi.

Hampir dua jam perjalanan karena macet dari Kemang ke Semanggi, ditambah lebih dari setengah jam mengurus di counter check in, kami pun menunggu penanganan di unit gawat darurat. Seorang paramedik pria dan dr. Erick melakukan pengecekan dengan seksama, kamipun diantar menuju kamar 3511, si dia diminta duduk di kursi roda dan seorang petugas membawanya.

Dokter keempat yang datang mengecek kami adalah dr. Lucy, ia dokter jaga malam itu. Ia menanyakan hal-hal yang sama seperti sebelumnya. Malam itu kami harus setuju dilakukannya tranfusi darah. Malam yang panjang, tiga labu hemoglobin A+ dialirkan ke tubuh yang tampak lemah tak berdaya. Keesokan paginya dr. Susan mengecek dan ia mengatakan bahwa dr. Ralph akan memeriksa lebih lanjut siang ini.

Pengecekan lebih lanjut disarankan oleh dr. Ralph, pada hari Rabu pagi USG abdomen, hari Kamis colonoscopy dan malamnya CT Scan. Sayangnya kami tidak mendapatkan penjelasan yang lebih jelas mengenai hasil ke empatnya. Yang pasti colonoscopy tidak dapat dilanjutkan karena ada tumor yang menghalangi di dinding usus besar. Sehubungan ada rencana shooting pada 17 Desember, kami mempertimbangkan untuk melakukan operasi Kamis depan, setelah komitmen pekerjaan dilakukan. Dokter tidak keberatan, selama pasien merasa fit, hemoglobin stabil, bisa saja menunda jadwal operasi sambil menunggu hasil biopsi yang biasanya memakan waktu 4-5 hari kerja.

Pada Kamis malam, saya bertemu dr. Wifanto yang berencana melakukan pembedahan. Dokter bedah senior ini ramah dan berwibawa. Karena kesibukan yang padat dr. Wifanto kadang datang berkunjung tengah malam, begitu para juru rawat bercerita. dr. Wifanto ingin menjadwalkan operasi pada hari Minggu. Tetapi kami masih memikirkan untuk menundanya.

Pada Jumat pagi, klien berkabar bahwa shooting tanggal 17 Desember ditunda sampai Januari 2015. Hal ini dikarenan pembangunan “enterainment room” yang akan menjadi salah satu fokus video, belum selesai dibangun. Sepertinya semesta bekerja bersama para dokter untuk membuat operasi dilakukan secepatnya. Siangnya, dr. Toman L. Toruan datang berkunjung. Ia baru saja kembali dari konferensi di Amerika. Dokter onkologis ini merencanakan jadwal secepatnya, dan kamipun sepakat. Sungguh minggu yang padat, pertemuan dengan para dokter… Sesuatu yang tidak pernah kami bayangkan….!

GP-Hospital