Filosofi Asal-Asalan

Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba aku teringat percakapan kakak-kakak kelasku waktu SMA (Sekolah Menengah Atas) yang sekarang menjadi SMU (Sekolah Menengah Umum). Kakak-kakak kelas, yang salah satunya kakak kandungku sendiri, pada suaru hari berkumpul, membicarakan filosofi asal-asalan. Katanya, hidup ini tidak perlu terlalu serius, hidup kita jalani dengan asal-asalan.

Misalnya dalam jangka pendek ini, mereka para murid kelas tiga akan menghadapi ujian akhir alias Ebtanas (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional). Nah, tidak perlu muluk-muluk untuk dapat nilai tinggi, asal lulus SMA, itu sudah bagus. Nanti, setelah itu asal masuk UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi). Setelah itu, asal kuliah lah… Setelah itu asal jadi sarjana dan asal kerja. Kalau umur sudah lumayan tua, asal menikah, supaya tidak kesepian. Nah kalau sudah tua, tidak perlu umur panjang, pas meninggal asal masuk surga…

Hah? aku tercengang sekaligus bingung juga dengan filosofi asal-asalan mereka itu. Mungkin mereka sudah lupa tentang pembicaraan itu. Kalau sepengetahuanku, kakak-kakak itu memang saat ini hampir mencapai semua “asal-asalan” mereka itu. Hampir semuanya sudah bekerja dan menikah. Memang tidak ada yang “wah” mencapai sebuah sukses yang mencengangkan, menjadi konglomerat dan sejenisnya. Tapi aku cukup bangga juga dengan kemampuan survive mereka. Boleh dikatakan, mereka lebih beruntung dari sebagian masyarakat kebanyakan. Nah, tinggal susah membuktikan “asal masuk surga”. Karena sampai sekarang belum ada yang mempunyai bukti-bukti nyata bahwa surga itu ada. Jadi, wallahualam bissawab….

2 thoughts on “Filosofi Asal-Asalan”

  1. Hai …
    Dah lama sekali…masih ingat aku?… jujur aku suka tulisan2 kamu…
    Bagus!!
    Aku senang ada banyak ide di kepala yg mau kutulis tapi kadang enggak tau bagaimana memulainya( enggak bakat mungkin..)
    Filosofi “asal-asalan” banyak yg seperti itu na…jalani hidup apa adanya,asal bisa terus berjalan ,kadang banyak hal tak terduga but thats live!!
    Aku jalani hidup apa adanya,slalu mensyukuri apa yg Tuhan beri… pahit manis di jalani.
    Punya keluarga ,suami yg baik anak yg sehat belajar menjadi istri dan ibu yg baik buat keluarga kecil ku ..
    By the way terus menulis enna aku akan selalu suka membacanya!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s